Tanah Orang Mati dan Pohon Ajaib

Alkisah, ada sebatang pohon ajaib yang menjadi saksi bisu kekejaman rezim Khmer Merah terhadap rakyat Kamboja. Berdiri dia dalam sunyi, di tanah orang mati. Terlalu letih untuk terus bernyanyi. 

The Killing Fields
Ada satu hal yang membuat saya selalu bergidik ngeri tiap kali mengingat Kamboja: The Killing Fields. Meski gamang, rasanya sayang melewatkan napak tilas sejarah kelam negara tersebut. 


Monumen
The Killing Fields menjadi ladang pembantaian dan kuburan massal lebih dari satu juta rakyat Kamboja, yang menjadi korban kebrutalan rezim Khmer Merah pada 1975 sampai 1979, tak lama setelah berakhirnya Perang Sipil Kamboja (1970-1975). Lokasi itu kemudian disulap menjadi sebuah situs untuk memperingati tragedi berdarah bangsa tersebut. 
 

Tengkorak korban
Dari Pnom Phenh, Anda bisa menyewa tuk-tuk untuk mengantarkan ke lokasi. Perjalanan memakan waktu sekitar satu jam. Begitu memasuki situs, kami langsung disambut sebuah monumen berupa bangunan tinggi menjulang yang sisi-sisinya terbuat dari kaca. Di dalamnya dipajang ratusan tengkorak kepala manusia, yang berasal dari ribuan orang yang terbunuh dalam genosida di bawah rezim Pol Pot.


Kuburan massal
Lebih jauh ke dalam, kami menemukan sejumlah pondok tak berdinding yang merupakan kuburan massal para korban pembantaian serta sejumlah akuarium kaca yang memajang sisa-sisa pakaian mereka.

The Magic Tree
Di tempat ini pula berdiri sebatang pohon yang dinamakan 'the magic tree'. Dulu, sebuah pengeras suara yang mengeluarkan bunyi-bunyian digantungkan di atasnya untuk meredam erangan para korban saat dieksekusi.

0 comments:

Blogger Template by Clairvo