Tanah Orang Mati dan Pohon Ajaib
Posted by
Lia Hambali
at
9:07 PM
|
Alkisah,
ada sebatang pohon ajaib yang menjadi saksi bisu kekejaman rezim Khmer
Merah terhadap rakyat Kamboja. Berdiri dia dalam sunyi, di tanah orang
mati. Terlalu letih untuk terus bernyanyi.
 |
| The Killing Fields |
Ada
satu hal yang membuat saya selalu bergidik ngeri tiap kali mengingat
Kamboja: The Killing Fields. Meski gamang, rasanya sayang melewatkan
napak tilas sejarah kelam negara tersebut.
 |
| Monumen |
The
Killing Fields menjadi ladang pembantaian dan kuburan massal lebih dari
satu juta rakyat Kamboja, yang menjadi korban kebrutalan rezim Khmer
Merah pada 1975 sampai 1979, tak lama setelah berakhirnya Perang Sipil
Kamboja (1970-1975). Lokasi itu kemudian disulap menjadi sebuah situs
untuk memperingati tragedi berdarah bangsa tersebut.
 |
| Tengkorak korban |
Dari Pnom Phenh, Anda bisa menyewa tuk-tuk untuk mengantarkan ke lokasi. Perjalanan memakan waktu sekitar satu jam. Begitu memasuki situs, kami langsung disambut sebuah monumen berupa bangunan tinggi menjulang yang sisi-sisinya terbuat dari kaca. Di dalamnya dipajang ratusan tengkorak kepala manusia, yang berasal dari ribuan orang yang terbunuh dalam genosida di bawah rezim Pol Pot.
 |
| Kuburan massal |
Lebih jauh ke dalam, kami menemukan sejumlah pondok tak berdinding yang merupakan kuburan massal para korban pembantaian serta sejumlah akuarium kaca yang memajang sisa-sisa pakaian mereka.
 |
| The Magic Tree |
Di tempat ini pula berdiri sebatang pohon yang dinamakan 'the magic tree'. Dulu, sebuah pengeras suara yang mengeluarkan bunyi-bunyian digantungkan di atasnya untuk meredam erangan para korban saat dieksekusi.
0 comments: